Semalem, setelah jingkrak-jingkrak kegirangan karena skor telak 5 : 1 Indonesia VS Malaysia, saya kutak-katik remote TV, cari-cari acara menarik lainnya. Pas jari nekan angka tiga, sreeet..! saya langsung terpaku pada acara itu, apaan sih? Kelamaan ah.. biarin nape, biar agak dramatis, haha


Padahal mah, acara yang membuat saya berhenti pencet-memencet itu, adalah acara pemilihan bintang dangdut di TV swasta yang terkenal dengan Ipin Upinnya ituh,, hehe.. *dasar dangduters nih, :P * . Bukan, saya bukan penggemar berat dangdut, tapi tidak anti juga, saya cukup menyukainya, sedang-sedang saja. Kali ini, saya tetapkan untuk menonton tayangan kontes dangsut karena saat itu sudah penentuan siapa peserta yang melaju ke babak semifinal. Semalam itu ada 6 peserta yang bertanding, dengan 2 promotor (saya lupa nama promotornya, hehe).


Rules pengumumannya, dari keenam peserta itu dibagi menjadi 2 kelompok (3 :3 )dan setiap kelompok dipandu 1 promotor. Tiga orang di promotor cowok dan tiga di cewek, ternyata setelah diumumkan, mereka-mereka peserta dengan SMS terbanyak ada di bagian promotor cewek, maka dengan otomatis langsung melaju ke semifinal. Yang tiga orang lagi? Mereka harus mengikuti satu babak lagi babak play off, untuk dipilih 1 orang yang bakalan melengkapi tiga orang pertama yang lolos tadi, jadilah Dina, Dedi dan Susan (ketiga peserta dengan SMS terendah itu) ditantang bernyanyi kembali.


Babak Play Off di kontes itu dimulai dengan memilih lagu yang akan dinyanyikan. Memilihnya pake roda berputar yang ada jarumnya (ah apa sih namanya tuh) nah di roda itu ditulis beberapa judul lagu yang bakal dinyanyiin secara mendadak oleh peserta, tapi sebelum diputar, peserta diwajibkan milih satu lagu yang dia gak bisa menyanyikannya. Dan kalo jarum roda berhenti di lagu yang dia gak bisa itu, maka otomatis dia akan gugur tanpa nyanyi barang sebentar. :(


Peserta yang pertama dikasih kesempatan di Play Off ini adalah Dina, peserta dari pemalang yang penampilannya malam itu terbilang sangat prima, teknik menyanyi bagus, penampilan OK, penguasaan panggung mantab, sampai-sampai para juri tidak mengira dia bakal masuk 3 peserta SMS terbawah. Sesuai ketentuan, Dina dipersilakan memilih lagu yang kurang dikuasai, dan dipilihlah salah satu judul dengan ditandai silang merah. Setelah menandai, mulailah roda diputar pelan, dengan tenang, yakin dan penuh harap Dina mengikuti aliran roda, dan OHHHHHHHHHHH TIDAAAKKK. jarum berhenti tepat di lagu yang bertanda itu, dan artinya Dina harus pulang, terhenti sampai disitu, tanpa menunjukkan usahanya menyanyi sekali lagi, tanpa kesempatan memperbaiki perolehan SMSnya,, hiks..


Sedih? Kecewa? Tak menyangka? Ya. dari tontonan ini, saya jadi merenung. Begitulah hidup kita, kadangkala kita sudah menunjukkan kesungguhan kita, menampilkan kemampuan terbaik kita, bahkan saat kegagalan ada, kita tetapkan hati untuk memperbaiki yang kurang, mengobarkan kembali semangat yang sempat hampir hilang, mencoba peruntungan kita kembali, tetapi bagaimanapun usaha kita, bagaimanapun daya upaya kita, kita tidak akan pernah tau apa yang ditetapkan Allah SWT, apa yang menjadi ketentuannya


Seperti Dina, dia mungkin gagal di usahanya menjadi bintang lewat kontes ini, walau dengan usaha kerasnya dengan kemampuan terbaiknya dengan semangat dan kepercayaan diri yang tinggi, tapi ternyata, Allah SWT berkehendak lain,dan pasti Dia telah mempersiapkan jalan lain yang pastilah itu lebih baik dari ini


Ya, kita manusia hanya mampu membuat rencana, melafalkan doa, mengikhtiarkan usaha.. Tapi tetaplah Allah SWT yang menentukan segalanya

Berpasrahlah padaNya, Bersabarlah atas kehendakNya dan Bersyukurlah untuk segala nikmatNya,,,

JANGAN PERNAH MENYERAH…!!!


IyHa.. :)


Jadilah orang pertama yang menyukai tulisan ini
Apakah anda menyukai tulisan ini ?