Cantikku yang kepang kudanya berhias pita warna-warni,
Ketauilah nak, betapa aku adalah ibu yang paling beruntung di dunia ini. Dipercaya menjaga mata jelimu, bibir manismu, tangan lentikmu, gerai lembut rambutmu, lenggok gemulai gayamu. Ah.. aku bagai pungguk yang justru diberkahi kemudahan memeluk rembulan, indah sekali.
Nak, jika kau tau di dalam doa-doa ibu dulu, memohon agar dipercaya menjaga benih cinta dalam rahim dan terus menjaganya hingga waktu tak lagi sanggup menopang pertemuan kita. Doa ibu, tak hanya dijawab, namun dibingkiskanNya pada ibu, hadiah terindah dalam hidup ibu dengan hadirnya kamu. Subhanallah, lagi-lagi ibu bersyukur. Puteri manisku yang rengekan dan tangisannya sanggup melenyapkan mimpi indahku disaat sepertiga malam, untuk meneteskan air surga demi menjaga degup jantungmu terus berdetak, tak pernah sedetikpun nak, tak pernah sedetikpun ibu menyesal memilikimu.
Tak pernah sedikitpun punggung ini mengeluh pegal saat menopang tubuhmu yang semakin hari beratnya merayap gram, ons sampai kilo. Tak pernah tangan ini menangis kecapaian saat membilas baju kotormu agar bisa dipakai esok hari, atau mengolah bumbu terlezat agar tubuhmu selalu sehat. Juga kaki ini tak pernah berhenti dan mengambek hanya karena menemanimu berlarian kesana kemari saat kau baru belajar berjalan. Atau kau tanya mata, telinga, mulut dan semua yang kupunya, apakah pernah lelah karenaku? Pernah, pastinya pernah dan bahkan tiap hari terasa lelah, namun kau harus tau, bahwa lelah saat mendampingimu bertumbuh itu, rasanya Subhanallah indah.
Bidadari hatiku yang senyumnya sanggup menyeret kedamaian dalam hari-hariku, dekat kemari nak.. Mari ibu beritahu satu hal, bahwa kelak kau pun akan pula merasakan apa yang ibu rasa. Apa itu,Bu? kau pasti bertanya, Ya, apa yang ibu sebut luar biasa adalah saat menjadi ibu dari seorang pewaris hawa sepertimu nak. Nantipun kau akan merasakan bagaimana nikmatnya mendekap erat buah hatimu.
Anakku yang sayangku padamu tak akan pernah habisnya, agar rasa luar biasa ini terasa semakin lengkap dan istimewa, agar amanah Allah SWT ini menjadikan segalanya mudah, agar ibu dan tentu saja kamu bisa sama-sama menghirup segarnya hembusan udara Jannah. Izinkan ibu meminta padamu nak,
Selalu jaga mata jelimu dari segala penglihatan yang tidak pantas, biarkan ia melihat yang thoyib.
Selalu cegah bibir manismu mengucap kata-kata yang dapat melukai orang lain.
Selalu gunakan tangan lentikmu untuk memudahkan hal-hal baik di sekitarmu.
Selalu lindungi akal fikirmu dengan pemikiran dan ide-ide terbaik yang senantiasa bermanfaat.
Selalu pagari lembut rambutmu dan lenggok gemulai gayamu agar tidak pernah menjadikan fitnah.
Ketahuilah jantung hatiku yang pipinya selalu bersemu merah, kau adalah wanita, dan itulah kodratmu. Jika kamu mampu menjaga yang ibu pesankan diatas, maka dunia ini senantiasa akan terus mengalun anggun bersamamu, namun jika kau tak bisa memenuhi pun salah satu, jangan pernah tanyakan kenapa pelangi tak lagi melukis warna warni indahnya. Karena kaulah pelukis warna-warni itu nak, damai hancurnya warna dunia ini, ada padamu Wanita
Semoga kebahagiaan selalu terhidang bagimu ya cantik..
Salam sayangku,
Ibumu.
Surat ini ditulis dalam rangka meramaikan
kontes blogger kartinian di blog BundaIin










19 Comments
wahhh bagus banget kata-katanya…sanagt menyentuh…..keren sekali….smoga sukses yach kontesnya…kayaknya menang
makasih doanya ya mbak…
ayooo, ikut…
keren ami, mau dung jadi anak cewek nya ami
ayoo sini nak, hehhe..
ah andai saja aku bisa mengenal wanita kepang kuda berhias pita warna-warni itu..
oh Ibu calon mertuaku.. gelem ora yo anake tak rabi hahahaha
kepang 2, sudah punya my husband, hahha..
ngulak ngulik di blogdetik, ternyata tulisan ami menjadi top posting detik ini, gudlak dear ami….mg ga menang aja tp jd inspirasi bagi kami2 juga hehe
Oh ya???
wahhh,, aku malah gak tau,hehhee…
makasih mimi sayang
Cinta ibu ke anaknya emang selalu bikin speechless ya..
iya banget mbak..
calon adeknya osar cewe ya?
eh, belum, masih lamaaaaaaaaa,,, hehhehe
waaaaaah..serasa diri sendiri yang berucap..terwakili sudah..! suatu permintaan yang yg bnr2 bijak dan bermakna sekaligus mendidik secara lemah lembut penuh dgn cinta dan kasih sayang teruntuk pelangi dunia..

turut do’a..mdh2an dapet yaa kontesnya..^ _ *..
amin… makasih banyak ya mbak Susanti Via..
cinta pada pelangi dunia memang tak terhingga
yha…anakmu pdhl cowo tp koe iso gawe puisi indah buat anak cewe…salut euy,,,terus berkarya,,tak dongakne menang,,,cihuyyyyy
hehhehe,,, makasih auntie arsy..
kalo menang tak traktir online, lewat email, hahha..
waah..kereeen.. hidup bgt kata2nya sampe bikin terharu.. dibaca berulang kali pun ga bosen..
semangka mba iyha!! semoga menang!
hehe,,, makasih ya say..
huahuahua…
[Berpelukaaan]
lhoh, heheh
ntar klo punya adek cewe, abang osar yang bakal jagain..
hehe..
Ehm..sebuah pesan yang indah untuk “anakku sayangku”
akan aku arahkan umi untuk membaca postingan ini,,
Semoga menang ya Kak,,
siappp,,, makasih banyak ya Kang..
moga umi senang
Gak mau banyak komen. Iki mesti menaaaaggg……
(jempol empatku untukmu, ama pinjem jempolnya Osar, Ami, dll.)
hihihi,,, amin…
makasih yo sist, jempolku guedi lho, hitungannya 2, hihihi
aih…surat yg manis Ami Osar..
semanis dirimu say..
Bagaimana dgn ‘para wanita’ di era sekarang?
mudah2an para wanita memahami kodratnya kak..
Setuju, kata kuncinya adalah ‘Kodrat’. Rgds
Yups, kalau faham kodratnya, insyaAllah gak bakal bertindak melenceng dari yang digariskan..
perjuangan HAM pun mendasarkan pada kemapanan kodrat sebagai perempuan..
salam kak…
pelukis warna-warni… menyentuh sekali.
hehe,,, begituah wanita..
Bagus suratnya
mau ngintip ach biar banyak saingan
walah, pakdhe ikutan, saya ketar ketir nih, hehhe…
Lelah saat mendampingimu bertumbuh itu, rasanya Subhanallah indah…
Saya bener-bener menetskan air mata waktu baca kalimat ini, Iyha.
Saya jadi kangen Risa. kangen saat-saat dia begitu tergantung pada kehadiran saya.
Tapi inilah hidup.
Dewasa itu keharusan.
Mandiri itu adalah harapan.
Semoga surat indah ini bisa jadi salah satu pemenang, Iyha…komen ini tulus banget saya tuliskan
Ah, terimakasih banyak mbak Irma, komen mbak selalu melengkapi tulisan, dan terasa sekali tulusnya..
Write a Comment