comment d’Jur

6 Dec 2013

hihihihi,,, iseng aja pengen nulis judul begeto,,

maksudnya sih, itu komen Juri, yaaa biar keliatan agak keren, jadi dah dibikin sok sok ngenggris gimana gitu,, ahahhaa..

wokee.. sampai dengan 5 Desember 2013 ini, kami (saya dan para juri) masih sibuk keliling baca-baca, menelaah, memilah dan memilih, siapa eh siapa yang terpilih menjadi salah satu yang namanya tercantum di tanggal 7 karena postingannya masuk kategori ter ter ter… seperti yang udah saya tuliskan di pengantar GA “Sehari Tanpa Gadget”. Banyakkk banget postingan yang menggelitik, tentu saja semua menyenangkan dan hampir semua merasa hidupnya memang “terganggu” dengan tiadanya gadget.

Saya pribadi, berhasil menangkap kesan “menyedihkan” dari banyak postingan, sebuah fakta besar bahwa Hey, gadget udah bikin hubungan keluarga menjadi kurang hangat lagi! duh gusti nyuwun pangapura.. (harusnya saya pun ikutan mendaftarkan tulisan pada kontes pak Hariyanto masuk neraka siapa takut, dan mengangkat tema terlalu sibuk ber-gadget sebagai salah satu bentuk dosa terselubung,hhihiihih)

Dan, bukan hanya saya. Mbak Niken, salah satu juri pada GA Sehari Tanpa Gadget juga menangkap kesan yang kurang lebih sama, berikut beberapa point komentarnya..

——————————————————————————————–

Assalamu’alaikum,


Alhamdulillah selesai juga membaca semua tulisan peserta. Semoga penilaian seperti ini yang diharapkan oleh Iyha.

Tema GA ini memang keren dan bikin sentilan juga buatku. Cerita dari para peserta ternyata memang “mengerikan” ya pengaruh gadget untuk kehidupan.


Sedikit memberi catatan dari semua tulisan yang aku baca.
Sebagian besar peserta mengaku bukan gadget freak, tapi sekaligus mengakui kalau tidak bisa lepas dari gadget.
Sehari tanpa gadget bisa dilakukan dengan kondisi-kondisi tertentu, seperti:

- listrik mati
- gadget ketinggalan
- nggak ada sinyal karena pulkam
- gadget rusak
- hari libur

Bisnis on line menyebabkan ketergantungan pada gadget semakin kuat. Seharusnya para pebisnis on line ini mempunyai jam kerja (jam buka-tutu toko) sebagaimana toko di dunia nyata. Buka jam berapa, tutup jam berapa, libur hari apa. Bagaimanapun tetap diperlukan hubungan kekeluargaan secara langsung.


Kalau kita hubungkan dengan keharmonisan dan kualitas komunikasi diantara anggota keluarga, pantas saja kalau sekarang ini jauh menurun. Sentuhan dan belaian kepada anak-anak menjadi berkurang dan kurang sepenuh hati. Banyak protes dari anak-anak bahwa perhatian orangtuanya terbagi saat bersama mereka.


Itu saja deh. Salaman… ^_^

Wassalamu’alaikum

Niken Kusumowardhani

———————————————————————————————

See..
saya yakin, sebagian besar dari Anda merasakan hal yang sama.
dan… kabar bagusnya, dari antusiasme yang Alhamdulillah besar pada kontes ini, kita tersadar pada satu hal, bahwa penggunaan gadget memang banyak positifnya, tapi tak sedikit juga hal kurang baik yang akan atau bahkan sudah pelan-pelan berlangsung pada keseharian kita jika kita tak pandai-pandai mengontrol penggunaannya.

Jadi, sehari tanpa gadget, nampaknya layak dipertimbangkan untuk kehidupan kita kedepannya ya? Ya.. sehari saja, sehari dalam seminggu.. agar hidup kita lebih seimbang, agar senyum-senyum disekitar kita nampak benar-benar mengembang…

Hey Anda yang sedang bahagia, sampai jumpa di tanggal 7 ya… :) :)
42bc0369f3ca7d47d27a562e5bbafc6a_iyha-123


TAGS gadget sehari tanpa gadget komen pentingnya gadget handphone smartphone manfaat gadget


-

Author

Follow Me

Search

Recent Post