Iseng, begitu jawaban dari 5 Siswi yang akhirnya gagal ikut Ujian Nasional itu. Ya, iseng, satu kata itu mewakili tingkah laku mereka pada siang hari itu yang mempertontonkan gerakan sholat dengan dipadu goyangan badan (dance) dengan music barat yang dinamis, masyaAllah, Naudzubillah….
Sepekan belakangan, rame tersiar kabar dan dapat dilihat di situs pengunggah video terlaris, Youtube. Dalam tayangan 5 menitan itu tampak beberapa siswi SMA N 2 Toli-toli yang asyik dance di ruangan kelas. Bukan dance nya yang disayangkan, namun mereka dengan santainya mencampur gerakan gerak lagu itu dengan gerakan sholat bahkan melafadzkan ayat-ayat suci, bacaan sholat yang dinyanyikan bak syair lagu saja. Pertama melihatnya, hanya bisa terbengong sambil mengucap dihati, innalillah…

Ya, cuma kata itu yang saya ucap. Apalagi setelah dikorek apa alasan mereka melakukan hal itu, jawabannya hanya iseng, mengisi waktu sebelum tambahan materi. Hanya itu saja, iseng!
Buru-buru saya buka kamus, dan satu kata itu yang saya artikan disana. Iseng berarti sekadar main-main saja (daripada menganggur) untuk perintang-rintang waktu. Tak perlu dilihat di kamus pun, sebenarnya , kita semua tentu faham, apa itu iseng. Kalau saya mengartikan menurut bahasa saya, iseng itu kegiatan spontan untuk mengisi waktu. Dan, segala sesuatu yang spontan, tentu saja tidak melewati pemikiran ataupun pertimbangan hati, begitu saja dilakukan, ujug-ujug saja dijalankan.
Segala hal yang kita lakukan tanpa melibatkan otak ataupun hati, tentu hasilnya tak bisa kita prediksi bukan? Tidak ada target, tidak ada manajemen resikonya. Setelah terjadi hal-hal yang melenceng, yang kurang benar, yang tidak sesuai harapan, maka baru menyesal, baru merasa bersalah, baru merasa kenapa sih aku harus iseng?.
Kenapa kita iseng? Banyak sekali alasan untuk pertanyaan ini, tapi yang paling umum adalah karena kita menganggur, tidak ada pekerjaan, iseng-iseng untuk mengisi waktu. Memang sih, tidak semua iseng akan berakibat buruk atau negative. Ada juga iseng yang malah mengantarkan kita pada kesuksesan. Tapi isengnya yang bagaimana? Iseng, walaupun itu kegiatan spontan, tapi 100% adalah kegiatan yang menggunakan kesadaran penuh. Dan kesadaran penuh tentunya melibatkan penalaran yang didalamnya, melibatkan beberapa aspek, diantaranya moral, kreatifitas, dan yang paling mendasar adalah iman.
Saat kita berbuat iseng yang negative, tentu saja ketiga aspek itu tidak berjalan dengan baik, dan dapat dipastikan bahwa kita adalah orang yang loss control, terlewat batas dan bisa-bisa dikategorikan sakit kejiwaan dan rusak penalaran.. MasyaAllah…
Beginikah generasi muda kita sekarang? Mencampurkan moral dengan kesenangan, mengumbar kreatifitas lewat batas, lebih tragisnya mempermainkan iman dengan senda gurauan. Dan semua itu hanya dijawab dengan satu kata, ISENG???
Mari sama-sama selamatkan generasi bangsa kita.
Mari berfikir sebelum bertindak, menimbang dengan hati sebelum melangkah dan menguatkan penalaran sebelum membuat keputusan….












coment penuh senyuman