Siang ini, saya baru saja balik dari rumah pengasuh untuk maen sama Osar. Karena Osar sudah ngeh dengan TV, jadi selama disana saya nemani Osar nonton TV, dan seperti biasa, Osar selalu suka acara yang rame, kayak musik atau yang banyak warna, pastinya film kartun. Tadi, saya kebagian nonton kartun, Osar seneng sekali, ketawa-ketawa padahal itu kartun banyak ngobrolnya, hehe. Saya sih justru liatin Osar aja, tapi begitu masuk satu dialog di kartun itu, saya langsung perhatiin. Dialog yang bikin saya tep, wah, bener juga ya.. itu bunyinya begini.

kita punya sayap, kenapa tidak bisa terbang?, Karena tidak ada angin yang melewati sayap kita!

(seorang anak dibelakang kemudi helicopter kebingungan karena heli nya tidak dapat terbang, padahal heli itu bersayap)

Dari kata-kata anak itu, saya jadi berfikir, bener juga ya, kita gak akan pernah bisa terbang tanpa ada angin yang melewati sayap kita. Nah, makanya, biar bisa terbang kita nungguin angin yuk,, Heh? Nungguin? Wahhh,, keburu diserobot orang dong.

Jika kita benar-benar pengen terbang, pengen angin melewati sayap kita, kita tidak bisa hanya diam, menunggu! Kita harus tetap mencari angin, mengupayakannya agar dapat menerbangkan diri kita, walaupun dengan menunggu pun, angin bisa saja mampir, mengepakkan sayap kita. Karena Allah sudah sediakan semuanya. Memang, segala sesuatu sudah disediakan di alam, sudah diberikan takaran masing-masing, sudah digariskan sendiri-sendiri, tapi, tidak lantas membuat kita harus berhenti tidak melakukan usaha, tidak sibuk mencari perubahan-perubahan, atau mandeg berproses. Hidup yang dititipkan pada kita wajib kita upayakan, supaya tidak mati langkah, agar tidak serba salah, supaya selalu tercipta keindahan-keindahan, supaya senantiasa bertemu kemudahan-kemudahan.

Bagaimana cara menjemput angin?

Niat Usaha Doa, rumusan standard ini memang nyata bisa membawa kita terbang, tinggi.. tinggi.. dan sukses. Tapi, izinkan saya menambah beberapa yang saya percaya bakal membawa kita terbang lebih tinggi dan lama..

Semangat

Niat, memanglah kunci bagi kita untuk berbuat sesuatu. Tapi, kunci tidak akan bisa membuka apapun, tanpa ada tangan yang menggerakkannya, itulah semangat. Niat yang sudah kita tanam, haruslah kita pupuk dengan semangat, agar tumbuh kemauan-kemauan untuk bergerak, maju, berusaha. Bagaimanapun kondisi kita, jika tumbuh semangat dalam diri, bergerakpun terasa ringan, mudah dan tak ada beban. Semangat dekat dengan fikiran positif, pantang menyerah dan mau kerja keras.

Inovasi

Tiap-tiap kita, sudah memegang modal. Ya, kebisaan yang ada pada diri kita adalah modal yang Allah berikan bagi kita. Selanjutnya? Jangan biarkan modal menumpuk dan akhirnya berdebu. Jadikan modal berkembang, ciptakan perubahan-perubahan baru dari modal yang kita punya, tambahkan sesuatu yang berbeda dari modal yang bisa saja sama dengan orang lain. Inovasi, mengajarkan kita untuk terus berfikir, berani mengambil resiko, dan mencoba hal baru untuk kemajuan, untuk menerbangkan kita lebih tinggi.

Kenali dan kendali diri

Setelah memiliki niat, sudah memupuknya dengan semangat, mulai menjalankan usaha, menciptakan inovasi-inovasi baru dan tidak lupa membungkusnya dengan doa. Ada satu lagi yang tidak boleh kita lupa. Agar kita benar-benar terbang, tinggi dan lama. Yaitu, sudah kenalkah dengan diri kita? Artinya, kita harus dapat mengukur kemampuan kita, jangan asal tabrak, serobot sana-sini, yang penting kita bisa maju.. terbang, melesat. Kita harus dapat mempertimbangkan resiko, dan juga mengendalikan emosi, tidak pula sombong, karena diatas langit yang ingin kita terbang disana, tentunya ada langit lagi bukan, merunduklah untuk menjadi tinggi.

Mari sama-sama memeluk mimpi dengan sayap keikhlasan

dan bersabar menjemput angin, untuk menerbangkan mimpi-mimpi kita

yang selalu dibaluti rasa syukur padaNya…

Bukankah menjalani hidup, selalu bertumpu pada dua hal,,

bagaimana memelihara sabar atas kekalahan dan

bagaimana menguasai syukur pada kemenangan.

Selamat mengepak sayap, semoga angin mengabarkan kemenangan untuk kita, Sahabat.. :)

9055456589f194b756f7b61571cf2889_iyha-2