Minder?
Satu kata yang dari lahir, rasanya gak pengen saya kenal. Hehe.
Lhoh, kenapa gak mau kenal? Lha, minder itu menurut saya merugikan, dan gak sehat. Efeknya, kira-kira seperti ini;
Kurang pergaulan alias gak punya temen
Kurang kreatif
Banyak kesempatan bagus, hilang
Ketinggalan perkembangan baru
Dll,dll,dll,
Selain itu, saya rasa gak ada alasan sedikitpun yang bisa membuat saya minder.
Karena saya orang kaya!
Wow.. ngaku-ngaku orang kaya, sombong bangettt, hihihi
Ya, saya punya segala hal yang tidak akan pernah membuat saya minder. Saya kaya, karena memiliki..
Akal fikiran dan Hati
Kenapa saya tidak menuliskan anggota tubuh yang lengkap tapi hanya akal fikiran dan hati? Ya, karena anggota tubuh yang lengkap tidak akan pernah ada artinya, tidak akan ada harganya dan tidak akan membuat saya merasa kaya, manakala akal fikiran dan hati saya tidak saya optimalkan untuk hal yang baik, untuk memikirkan kemajuan dan kebaikan, atau tidak menggunakan hati untuk menilai sesuatu dengan lebih lembut, lebih bijak dengan naluri yang jernih. Karena akal fikiran dan hati adalah penggerak seluruh tubuh, maka saya bersyukur dan merasa kaya bahwa Allah SWT mempercayakan seorang Iyha memilikinya, insyaAllah digunakan di jalan yang baik.
Suami & Anak
Punya suami itu adalah salah satu rezeki terbesar dari Allah SWT, adalah kekayaan bagi batin dan kehidupan kita. Hidup berpasangan itu, menjadikan saya kaya, lebih dari sebelumnya. Saya kaya ilmu, karena dengan memiliki suami saya mulai belajar lebih mengerti, lebih bersabar, lebih terbuka, lebih mau mendengar, lebih menjaga diri. Atau pula belajar kebisaan lain, seperti memasak, mencuci, mengurus rumah, mengatur jadwal dll, semua itu, belum tentu dapat saya lakukan dan mau saya pelajari, sebelum saya memiliki suami.
Anak? Tidak perlu ditanya seberapa besar kebahagiaan dan anugerah kekayaan seorang ibu saat diberi kepercayaan oleh Allah SWT untuk menimang buah hati. Saya merasa kaya karena dapat menjadi pabrik susu, saya dapat menjadi gudang ilmu, dapat menjadi tumpuan keluh kesah dan rengekan bagi anak saya. Dan saya merasa kaya saat saya dapat menjadi ladang contoh dan panutan baik bagi anak saya. Subhanallah saya bersyukur.
Keluarga & Sahabat
Betapa bahagianya saya, sewaktu saya ada di tengah orang yang mendukung saya. Mereka adalah Keluarga dan Sahabat. Kekurangan kita akan ditutupi oleh kelebihan keluarga, begitupun sebaliknya. Sejelek apapun kita, di tengah keluarga, kita tidak akan pernah merasa jelek, kasih sayang dan limpahan perhatian, menjadikan hidup kita tenang, teduh dan nyaman. Mereka adalah pembela kita, pemompa semangat kita dan tempat sandaran bagi kita disaat tersulit sekalipun. Maka, betapa saya merasa kaya, memiliki orang-orang yang selalu ada saat saya senang ataupun sedih.
Pekerjaan
Walau tak sebegitu besar gaji saya, Alhamdulillah saya bekerja. Dan saya benar-benar merasa kaya, karena ilmu dan keahlian saya, dapat bermanfaat bagi khususnya perusahaan dan bahkan orang banyak diluar sana. Saya merasa kaya, karena masih banyak mereka yang meraih ijazah lebih tinggi dari saya, bahkan masih bingung mau berbuat apa. Saya merasa kaya karena saya dapat membantu suami saya meringankan kebutuhan rumah tangga yang memang tanggung jawabnya. Saya merasa kaya karena pengalaman bekerja menjadikan pola pikir saya lebih maju dan berkembang. Bekerja menjadikan hari-hari saya bergairah dan bersemangat, menjadikan hidup terasa lebih berarti.
Kebisaan
Kebisaan? Hehe. Ya, saya merasa kaya, karena memiliki kebisaaan yang bisa saya jual. Bisa menulis? Ya, sedikit, namun Alhamdulillah bisa memberi kemudahan bagi saya, untuk mendapatkan cring-cring, untuk menyebarkan pengetahuan, untuk membagikan pengalaman, untuk memberikan kebaikan dan insyaAllah menyemaikan manfaat bagi banyak orang.
Kesempatan
Semua hal, tidak akan ada dan nyata terjadi, jika Allah SWT tidak menciptakan kesempatan dan peluang bagi kita. Dan Alhamdulillah, saya merasa kaya karena saya diberi kesempatan, peluang dan kemudahan bagi saya untuk membaca dan mewujudkan peluang itu menjadi keajaiban-keajaiban indah bagi kehidupan saya. Saya merasa kaya, karena saya tidak pernah mau melewatkan dan tidak ingin berhenti mencari kesempatan yang telah Allah sajikan bagi kehidupan saya.
Jadi, insyaAllah saya tidak akan pernah minder
Karena dibalik kekurangan,
Allah SWT pasti menganugerahi kelebihan
Tinggal bagaimana kita memanfaatkan kelebihan itu
Untuk meraih kesempatan agar hidup lebih kaya makna
“Tulisan ini sebagai Inspirasi untuk Catatan Hati 10 Maret 2012 - @yankmira #1 Giveaway”










coment penuh senyuman