Diri sendiri pada belum dibenerin, kok sudah repot teriak-teriak begitu ada berita soal bobroknya Bumi Pertiwi.

Begitu kalimat sederhana yang saya dengar dari Papi, waktu kita nonton berita di Tivi pas mudik kemaren. Saya coba mengupas, mencerna kalimat itu benar-benar, berusaha menterjemahkan maksudnya. Sampai saya berani menyimpulkan bahwa kalimat itu, intinya kira-kira; Benahin diri kita dulu, baru ngomong!. Ya, seperti yang kita tau, orang-orang kita (baca : Indonesia) memang terlihat lebih banyak bicara dari pada bertindak, lebih banyak gembar-gembor daripada berkreasi untuk perubahan yang lebih baik, lebih senang mengkritik daripada memberi saran yang membangun, apalagi ikut berperan membangun. Malah-malah jika dilihat seksama, rata-rata kita seringkali memilih menilai orang lain, daripada memberi sesuatu yang bernilai bagi sesama.

Yah, begitulah sosok kita saat ini, saat kondisi sosial, ekonomi, keamanan, sampai politik yang memang tengah sakit ini. Kita, Indonesia ikut terbawa arus sakit, menjadi ogah-ogahan,loyo dan akhirnya terjangkit demam ogah susah. Ini bikin generasi muda sekarang, termasuk saya atau mungin Anda, jadi seperti terdoktrin pemikiran ingin kemapanan dengan cara serba instan dan mulai banyak protes kalo nemu susah sedikit.

Kalo begini terus, kapan Indonesia mau maju??

Gak usah pusing-pusing dan mikir yang berat-berat, sebenarnya cita-cita menuju Indonesia yang maju, makmur, sentosa, bukanlah semu adanya.. semua itu bisa terwujud dengan mudah, hanya dengan adanya kemauan pada masing-masing kita. Indonesia bisa nyaman, asik dan indah, kalo saya, Anda, dan mereka yang kebetulan baca tulisan saya mulai dari sekarang, mendoktrin diri untuk Em Em Em dibawah ini..

  • (Hindari) Malas

Kalau kita bodoh, jangan takut tidak sukses. Tapi kalau kita malas? Siap-siaplah untuk tidak sukses. Artinya, orang bodoh dapat diajarkan untuk menjadi pintar dan berlatih terus supaya sukses. Tapi jika kita sudah malas? Diajarkan bagaimanapun juga, akan kembali mentah karena kita tidak punya kemauan untuk berubah. Untuk itu, yuk sama-sama hindari yang namanya malas. Belajar apa saja yang bisa dipelajari, berlatih apa saja yang perlu dilatih, cari ilmu sebanyak-banyaknya. Daya gunakan semua yang kita punya untuk kemajuan diri kita dan tularkan pada lingkungan sekitar, semakin banyak orang yang menghindari malas, saya yakin tidak mustahil bangsa ini bisa maju.

  • (Jangan) Merasa

Kita adalah diri kita yang lahir tanpa membawa apapun, dan akan kembali tanpa apapun yang kita bawa dari dunia ini. Untuk itu jangan merasa! Merasa yang saya maksud adalah sikap sok, berlagak, seolah-olah, gengsi dan semacamnya. Merasa pintar? akan merendahkan yang bodoh. Merasa bodoh? bisa jadi mengagungkan yang pintar. Merasa kaya?maka riya yang akan kita tampilkan, merasa miskin? Sikap rendah diri, tertutup dan tidak mau bergaul bisa jadi menghiasi hari-hari kita. Merasa kuat? Yang lemah dapat tertindas, merasa lemah akan bergantung pada yang kuat.

Semua hal, jika kita sudah merasa maka akan banyak hal yang tidak seimbang menjadi efeknya. Dari sekarang, mau gak sahabat, kita sama-sama mengesampingkan gengsi, hormati dan hargai orang lain, junjung kebersamaan dan tenggang rasa. Indonesia, mulai kehilangan wajah-wajah yang ramah dan rendah hati, karena kita mulai mengedepankan gengsi, mengagungkan egoisme. Indonesia kehilangan tepo seliro karena kita merasa bisa sendiri!

  • (Berani) Mencoba

Mencoba? Ya! Kalo ingin maju, ya harus biasakan untuk mencoba maju. Kita tidak akan bergerak kemanapun tanpa mau mencoba untuk bergerak. Kalau ingin hidup nyaman, kita harus mau mencoba untuk berbagi dengan orang lain, kalau mau banyak uang kita harus mau mencoba usaha yang halal, kalau mau menjadi tahu kita harus mau mencoba belajar banyak hal. Sehebat-hebatnya ide, sebesar-besarnya modal, sebanyak-banyaknya peralatan, tidak akan pernah menjadi sesuatu jika manusia tidak mencoba untuk menjalankan ide itu, mengalokasikan modal yang ada, menggerakkan peralatannya.

Jadi, jangan hanya diam.

Kalau mau maju, kita harus mau bergerak,

jika ingin Indonesia Bangkit, ya jangan cuma ngomong!

Ayo Indonesia.. mulai dari sekarang, bangkitkan semangat dalam diri kita, hindari rasa malas, jangan pernah merasa bisa, dan jangan takut mencoba!

Bangkitkan Semangat, Menuju Indonesia Maju!

Artikel ini diikutsertakan dalam kontes Indonesia Bangkit

yang diselenggarakan oleh Blogcamp

2c719847dcefc007d513df4ce29a63d0_kontes-indonesia-bangkit-300x140

8114c460b55032ddce448535970db1f6_iyha-2