2af96d4e1106cb007233a3925ef50da0_mbak-ir-mbak-anny

Bintang Timur, begitu nama blog yang saya sambangi pertengahan Agustus 2 tahunan silam. Berkomen? Seingat saya, satu dua kali saya mampir ke blog mbak Ir, begitu saya sebut beliau dari nama lengkapnya Irma Indria Valiandri atau Irma Asrobudi ini belum pernah menginggalkan jejak. Kenapa gak komen? Gak mau ya? Bukan karena saya tak mau berkomen, tapi mungkin karena sungkan.

Menurut saya, beliau adalah sosok yang kalau merujuk nama blognya saja, benar-benar mencirikan siapa beliau. Bintang Timur, nama yang pas dan sangat filosofis. Bintang dapat diartikan ada di posisi yang tinggi, bersinar, menerangi. Begitu yang saya tangkap dari tulisan beliau, bahwa mbak Ir ini adalah salah satu istri tentara, bahkan istri komandan di kesatuan tempat suaminya bekerja. Istri komandan, yang berarti juga komandan bagi istri-istri anggota kesatuan yang dipimpin suaminya. Arogan? Otoriter? Sok berkuasa? Ah, tidak pernah saya baca di satu artikelpun, mbak Ir berlaku demikian dalam kepemimpinannya, bahkan mbak Ir seringkali terlibat langsung di kegiatan ibu-ibu Persit dan sama-sama merasakan panas, hujan, mandi keringat dan kotornya lumpur sama-sama. Mbak Ir juga memberi kesempatan untuk wakilnya, sama-sama menjalankan peran kepemimpinan dengan seimbang, jadi wakil memang dapat mewakili Komandan dan melengkapi yang kurang, layaknya suami-istri begitu sebutnya. Ah, saat ini sepertinya jarang kita temui pemimpin yang terbuka, membumi dan mau bekerjasama dengan saling asah asih asuh begitu ya?

4ae5a7b8f7e02227d971afa066097804_mbak-ir-lapangan

Membanggakan, begitulah akhirnya saat saya bisa berbaku komentar dengan mbak Ir. Mbak Ir seperti benar-benar memaknai kata Timur dalam nama blognya sebagai acuan gaya memimpin dan sikapnya. Timur mencerminkan gaya ketimuran yang khas dengan keramah-tamahan, kesantunan, tepo seliro dan welas asih. Tutur kata saat berkomentar sangat santun namun lugas dan sesuai tema yang dibicarakan sahabatnya, menandakan beliau cerdas dan kritis. Tulisan-tulisan di tiap halaman blognya, seperti mengajak kita berbicara langsung dengan bingkai keramahan, tak perlu mengerut dahi apalagi memutar otak, ringan, hangat dan memberi ruang untuk berinteraksi. Lalu tepo seliro dan welas asihnya? Saya menyimpulkan dari mana? Coba Sahabat berkunjung ke blog beliau dan temukan tulisan yang berjudul Berhenti Nge-Blog, ah betapa tulus mbak Ir membantu sesama dan dengan cerdasnya memanfaatkan fasilitas blog yang beliau punya untuk berbagi dalam wujud nyata. Tidak hanya bertukar senyum, berbagi kabar bahagia, namun berupaya mengumpulkan 1,2 klik pengunjung blog dan canda tawa di kolom komentar yang ternyata bernilai rupiah yang nantinya disumbangkan, sungguh tidak akan rugi berkunjung ke blog beliau bukan? Bisa saling bersilaturahim juga membantu sahabat lain yang membutuhkan, inspiratif.

2b5ac083216faf23a6ce5c42115394b3_mbak-ir-n-keluarga

Tidak hanya hebat di dalam organisasi Persit dan dunia online saja, untuk urusan keluarga, mbak Irma juga layak diacungi jempol, istri idaman dan ibu teladan bagi Suami dan Anak semata wayangnya, Risa. Mbak Irma menerapkan pendidikan yang tidak memanjakan namun tidak mengurangi rasa sayang. Kegembiraan keluarga selalu dihadirkannya lewat kejutan-kejutan kecil yang tidak pernah terbayangkan, yang justru jadi bumbu kehangatan keluarga yang memang jarang bertemu, Suami di Jakarta, Risa di Bandung dan mbak Ir sendiri di Surabaya, tapi justru tak terlihat sedikitpun adanya komunikasi yang terputus-putus, menjalankan peran masing-masing dengan hati yang tetap satu, begitu yang mbak Ir katakan di blog nya, keharmonisan dalam kemandirian yang indah ya.. :)

Dan kenapa saya menuliskan tentang beliau? Mbak Irma, menurut saya adalah salah satu Kartini masa kini, lewat perannya sehari-hari. Penuh kasih menjadi ibu dan istri, Tegas dan membumi saat memimpin, dan dapat memanfaatkan technologi terkini dengan baik untuk kemudian membingkainya sebagai wadah silaturahmi, berbagi sekaligus beramal dengan cara yang sangat cerdas. Luar Biasa!!

Wanita Indonesia yang cantik

dan lemah lembut budinya,

Menjadi Kartini,

tidak harus berada di posisi atas, namun bagaimana

kita memaksimalkan peran yang dimiliki

untuk dapat bermanfaat bagi orang lain.


Mbak Ir, diam-diam saya mengagumi Anda.. :)

teruslah menebar manfaat dan menginspirasi mbak..

e41e730b252e0c08d4fc09cd248cbaec_iyha-2

Cerita ini, diikutsertakan dalam

kontes menulis inspirasi Kartini di blog Fight Never Ending