Dia Bukan Tipe ku…

Dikarenakan ketiadaan kendaraan pribadi milik saya ataupun suami, maka untuk memenuhi kelangkaan transportasi, kami memilih taksi sebagai sarana hilir mudik di ibukota yang semakin semrawut gak karuan inih, hahahha *lebay*.

Okey, itu pembukaan yang lumayan berlebihan untuk tulisan kali ini, sebenere sih, gak begitu-gitu amat kok tulisannya, tapi namanya juga blogger, hal kecil kadang dikembangkan menjadi lebih panjang dengan gaya bahasa yang pastinya tetap sedep dibaca, ya kan? Hahahha Saya, termasuk warga Jakarta yang masuk kategori sering, dalam penggunaan jasa taksi. Kemana-mana andelannya taksi, maklumlah bawa anak kecil kalo gak pake kendaraan tertutup suka kasian, kalo deket-deket sih dibonceng motor aja, hehhee

Dari seringnya naik taksi, saya jadi mengamati beberapa hal yang remeh-temeh berhubungan sama taksi ini, hehe.. salah satunya, tipe-tipe supir taksi, nah, menurut yang saya perhatiin, begini nih tipe-tipe supir taksi;

Tipe Cuek

Sopir denga tipe ini, bener2 cuek, biasanya Cuma tanya tujuan kemana, trus wuzzz melesat gak pake ba bi bu lagi. Tau-tau udah sampe depan rumah, atau sampai tujuan. Sebenere gak masalah juga buat saya, apalagi kalo saya pas males, capek dan ngantuk, gak usah ngobrol bisa langsung tidur atau nyender-nyender aja, tapi kalo pas butuh tanya ini itu, jadi berasa gak enak karena orangnya diem banget. Tipe cuek ini biasanya saya temui di taksi merek abal-abal atau taksi kurang tersohor. Kebanyakan mereka diem, cuek dan asik dengan kegiatannya sendiri, kalopun butuh tanya hanya dengan kalimat2 pendek tanpa senyum, hoalahhh,,, cara nyetirnya juga semau dia dan biasanya mobilnya juga gak terawat, pokoknya gak asyik deh berasa naek mobil tumpangan yang ngerepotin pemiliknya deh, hihi.

Tipe Sok Tau

Sebenere sih gak sok tau juga, tapi lebih ke cerewet, kebalikan dari tipe pertama. Kalo tipe ini, apaan aja diceritain, heboh sendiri, dan seringkali bikin kita keder jawabnya. Kadang2 kita lagi ngobrol sendiri dianya nimbrung2 obrolan, haduh. Tapi ada enaknya, kalo kita lagi bingung di suatu tempat, supir tipe ini dengan senang hati mau tanya-tanya , gak males berhenti-berhenti cuma buat cari tau lokasi, ehehehe.. gud Biasanya, tipe ini becandaannya garing, cara ngomongnya medok (maaf bukan bermaksud rasis), dan dandanannya sok asoy, kayak mo bawa mobil pribadi. Taksinya gak bisa teridentifikasi, soale baik yang kurang terkenal sampe taksi bermerek hampir ada aja tipe ini.

Tipe Tulus Melayani

Tipe tulus melayani, hahhaa.. agak lebay yak istilahnya. Tapi ini memang bener, jadi si sopir dengan tipe ini, kayaknya kenal betul sama penumpangnya. Kalo kita lagi cerewet banyak ngobrol, dia menanggapi dengan renyah dan enak. Tapi begitu kita pengen diem butuh tenang dianya juga kasih waktu. Seringnya, taksinya ada music, yang kita boleh pilih gelombang mana (kalo itu setel radio) trus dia tanya apa ACnya cukup, mau lewatnya jalan yang mana yg enak, malah bukain pintu pas turun dan naik, dll yang serba pelayanan deh. Sopir denga tipe-tipe ini biasanya ada di taksi merek premium, yang terkenal ituh, argonya juga lumayan dari yang laen, tapi pastinya nyaman. Cara bawa mobil juga enak, gak buru2 tapi gak lambat.

Yaelah,, ngapain juga yak saya ngomongin sopir taksi? Hehe.. iseng aja sih, dari pengamatan saya selama ini, kayaknya ketiga tipe diatas memang paling dominan, yah,, setiap orang pasti punya tipe masing-masing sih ya, tapi tipe kebanyakan, yang biasanya gampang dibaca, dan tipe diataslah yang saya anggap sebagai tipe-tipe para sopir taksi yang ada, hehhehe

Kalo menurut sahabat, tipe mana sih yang jadi favorit? Hahahha.. :)

Atau punya tipe sendiri? Ceritain lahhh

Okey sahabat, selamat menunggu bedug Mahgrib

e83d3b910d9ece994936ef58c77fd789_iyha-2

Pancasila Rider

Berkendara dengan kendaraan pribadi, memang gampang-gampang susah. Gampang dan nyaman, karena tidak terpengaruh dengan hiruk pikuknya penumpang yang berjubel atau tak perlu membuang waktu dan tenaga karena menunggu kendaraan umum penuh penumpang baru jalan, sehingga akan mempercepat waktu sampai ke tempat tujuan. Tapi akan sangat susah bila terjadi kecelakaan apalagi itu karena kelalaian dan ketidak tertiban kita dalam berkendara. Padahal peraturan dan tata tertib tak kurang-kurangnya dibuat sebagai pedoman bagi para pengendara untuk meningkatkan keselamatan berkendara (safety riding), tapi tetap saja, kebanyakan dari kita lebih senang melanggarnya dan akibatnya kecelakaan lalu lintaslah yang justru marak dan membahayakan diri kita. Memang dibutuhkan kesadaran pribadi untuk dapat ber-safety riding. Ya, kalau bukan kita sendiri, siapa lagi?


Nah, mumpung masih ada kesempatan, yuk kita sama-sama belajar untuk safety riding, agar makin nyaman, santai, dan ngacir berkendara di jalan raya. Bagi Anda pengendara kendaraan roda dua (motor), mungkin tips saya dapat membantu dan layak untuk dicoba, saya menyebutnya Pancasila Rider.


1. Ingat Tuhan


Sebelum bepergian usahakan untuk selalu berdoa sesuai keyakinan kita masing-masing. Rasanya tidak muluk-muluk bila saya menyebutkan ini di urutan teratas, karena dimanapun, apapun dan bagaimanapun kegiatan kita tak akan pernah lepas oleh pengawasanNya. Jadi hendaknya kita meminta perlindungaNya, walaupun hanya sekedar mengucap Bismillah..


2. Rukun tetangga


Maksudnya menghargai pengendara atau pengguna jalan lain (tetangga di jalan raya). Misalnya; Tidak mengganggu konsentrasi mereka dengan tidak memakai rok atau celana minim saat berkendara yang akan mengalihkan perhatian pengendara lain pada bagian tubuh kita yang tidak tertutup (terutama perempuan). Untuk pembonceng, tidak memakai pakaian lebay yang berumbai, berenda atau terlalu panjang sehingga menutupi bagian kendaraan yang vital seperti lampu sign dan lampu rem. Sabar di jalur kita dan tidak menyerobot jalan pengendara lain yang akhirnya menyebabkan kecelakaan lalu lintas.


3. Sip Komplit


Apa-apa yang sudah disediakan di kendaraan kita (sebut saja spion, lampu jauh dekat, body depan (sayap), dll) sesungguhnya untuk kenyamanan dan keselamatan kita berkendara. Tapi seringkali kita-kita merasa risih dengan perlengkapan standar itu, menganggap terlalu kuno atau ketinggalan jaman maka, tergoda untuk memodifikasi kendaraan kita. Tapi perlu diingat, dalam memodifikasi kendaraan jangan sampai menghilangkan fungsi utama perlengkapan kendaraan yang justru penting untuk melindungi kita selama berkendara. Selain itu, jangan ketinggalan pula perlengkapan pribadi yang wajib menemani kita saat berkendara; Helm, Jacket, Sarung tangan dan Masker, Sepatu, Jas hujan, juga sediakan perlengkapan standar perbengkelan sebagai pertolongan pertama jika mogok dijalan.


4. Akrab rambu


Rambu-rambu lalu lintas telah kita pelajari sejak tingkat SD, namun sayang sebagian dari kita hanya tahu tanpa paham apa kegunaan rambu-rambu itu. Bahkan lampu lalu lintas (lampu merah) yang kita hafal persis fungsinya, justru yang paling sering kita langgar. Sebagai pengendara yang baik dan beradab, hendaknya mulai belajar memahami dan mengamalkan rambu-rambu lalu lintas untuk tetap safety riding dijalan raya.


5. Anti curang


Adakalanya kita tak dapat menghindari kesalahan saat berkendara dijalan raya, ada satu dua hal yang terlupa dan menyebabkan pelanggaran yang berujung tilang dari petugas. Nah, saat terjadi penilangan ini, dianjurkan untuk tidak berbuat curang atau main mata dengan petugas, mintalah slip tilang dan datangi pengadilan untuk mengikuti sidang tilang. Dan satu lagi, hindari calo atau agen pembantu pengurusan surat-surat kendaraan Anda, hal ini dimaksudkan agar kita lebih paham peraturan, lebih mendidik diri untuk disiplin dan yang pasti akan mengajarkan kita lebih bertanggung jawab pada keselamatan kita dalam berkendara (safety riding) dan bonusnya kita turut memerangi KKN.


Lima dasar berkendara diatas, tentunya dapat berjalan dengan mudah dan efektif bila ada kesadaran dari diri kita masing-masing dan akan sangat membantu kenyamanan berkendara dan keselamatan (safety riding) juga menghindari kecelakaan lalu lintas. Sebaliknya, akan mandeg dan hanya menjadi catatan usang bagi Anda, yang peduli hanya karena takut pada polisi!


Selamat Berkendara… :)


IyHa..