Judul diatas, susah dibaca ya?? Hehhehe
Jadi, ngeluk boyok itu berasal dari dua kata, ngeluk (e, dibaca seperti membaca petir). Dan boyok (o, dibaca seperti membaca borong). Nah, dua kata yang saya pilih itu berasal dari bahasa ibu saya, bahasa Jawa. Hehhee.
Artinya apa? Sebagian dari sahabat, saya yakin sudah pada faham, apalagi yang berasal dari daerah Jawa Tengah, khususnya Solo, Jogja dan sekitarnya. Arti tepatnya saya malah gak ngerti, hehhe, karena ngeluk boyok ini menggambarkan situasi, istilah buat gambarin rebahan, haiyah, makin panjang n bingungin aja nih penjelasan, hahhaha.
Intinya, ngeluk boyok sama dengan merebahkan badan, mengistirahatkan punggung, bersantai ria, tidur-tiduran saja, rehat, meregangkan otot dan meninggalkan beban kerjaan. Kegiatan ngeluk boyok ini biasanya bersifat sementara, rebahan, tapi gak sampai tidur, sifatnya hanya ngaso saja. Walaupun sementara dan sebentaran saja, ngeluk boyok tidak dapat dipandang sebelah mata, karena dari kegiatan rehat inilah, tubuh kita bisa kembali re-charge energy, kembali semangat dan fikiran fresh lagi.
Libur lebaran kemaren, kita semua diberi jadwal ngeluk boyok serentak, ada yang 4hari, 1 minggu bahkan setengah bulan, manfaatkan kesempatan santai-santai itu untuk benar-benar bersantai, supaya saat tugas, pekerjaan dan kewajiban kembali menyapa nanti, kita sudah benar-benar siap.
Buat yang hari ini sudah mulai bertempur selamat mencicipi manisnya medan perang yang luar biasa indah ini. Gunakan kesempatan menjemput rezeki Allah dengan keikhlasan dan kebersyukuran, jangan pernah lupakan senyuman supaya kegiatan ngeluk boyok yang sudah kita jalani semingguan lalu itu tidak sia-sia..
Mari bersenang-senang dengan tugas baru,
sampai jumpa di jadwal Ngeluk Boyok selanjutnya..









coment penuh senyuman