Mi, kenalkah kau pada Kartini?

e714f1c58f3272e09ac5f8db3a6b4954_kartini

53dc7f72a98e8f08f05c42f2ac9c8628_mami-n-kita

Puisi ini ditulis untuk meramaikan kontes

BloggerKartinian di blog Margeraye.

ca241c09f83c9aa935158772012f89c7_iyha-2

ciyeeeeeee… menang niye…!!

cong

Dear Pahlawanku..!!! [kontes]

Betapa nikmatnya tinggal di negeri yang aman damai seperti Indonesia kita tercinta ini. Namun bayangkan, 60 tahun yang lalu, bagaimana nenek, kakek kita hidup, tiap hari ada saja rasa kekhawatiran, tiap saat keselamatan jiwanya terancam. Ya, saat itu kita harus berani mengangkat bambu runcing untuk melawan penjajah yang selalu saja jahil di bumi pertiwi ini, kita belum Merdeka. Lha, kalo saat ini kita sudah bisa bernafas lega, sudah bisa bercanda lepas, bisa menebar tawa sana-sini tanpa takut ada kompeni yang memata-matai kepada siapakah kita berterimakasih? Tentunya pada pejuang-pejuang gagah berani, yang layak kita sebut pahlawan. Pahlawan, kita kenal sebagai orang yang telah berjasa bagi orang lain, tanpa pamrih. Pahlawan adalah mereka yang rela berkorban dan pantang mundur memperjuangkan kebaikan bagi banyak orang. Dan pahlawan adalah mereka-mereka yang ada dan berjasa baik, untuk Anda!

Siapapun mereka.. Apapun kedudukan mereka.. 10 November ini, saatnya Anda ekspresikan cinta Anda pada mereka sang Pahlawan

Yups, sahabat blogger, yuk sama-sama ekspresikan cinta pada pahlawan dalam gelaran perdana kami, menyambut hari pahlawan pada tanggal 10-12 November 2011 nanti.

Caranya gampangggggg :

  • Posting sebuah surat yang ditujukan pada seseorang yang dianggap sebagai pahlawan bagi Anda. Isi surat bebas, misalnya tentang harapan, terimakasih, salut, keprihatinan, kebanggaan dll, pada pahlawan. Postingan boleh disertai foto/gambar atau tidak (dengan foto tentu lebih menarik dan insyaAllah akan menambah poin)

  • Isi termasuk juga foto/gambar yang digunakan TIDAK mengandung pornografi atau pornoaksi, dan TIDAK menggunakan bahasa 4L4Y atau semacamnya

  • Judul Postingan berformat : Dear Pahlawanku Judul Postingan Anda

  • Cantumkan banner kontes dibawah ini dan sertakan kalimat;

Postingan ini diikutsertakan dalam Kontes Dear Pahlawanku yang diselenggarakan oleh Lozz, Iyha dan Puteri (Link harus hidup)


dear-pahlawanku-kontes-banner

Sponsored by :

Blogcamp|LittleOstore|Tuptoday|Lozzcorner|Rumahtramoiey

  • Daftarkan postingan sahabat pada kolom komentar dipostingan ini dengan format:

Nama :

Judul Postingan :

URL :

  • JANGAN LUPA publish dan pendaftaran postingan surat Anda hanya 3 hari, dimulai pada tanggal

10 November 13 November 2011 pukul 23:59 WIB

  • PENGUMUMAN PEMENANG tanggal 21 November 2011 (di essip.us)

—————————————————————————-

HADIAH :


JUARA I

Paket Tupperware + 1 pcs Jam Tangan Anak + 1 pcs Buku

plus voucher sekolah menulis online senilai Rp. 150.000,-

——————————-

JUARA II

Paket Lock n Lock + 1 pcs Jam Tangan Anak + 1 pcs Buku

plus voucher sekolah menulis online senilai Rp. 150.000,-

——————————-

JUARA III

1 stel Baju Anak + 1 pcs Buku + 1 pcs Aksesoris cantik

——————————-

JUARA IV

1 stel Baju Anak + 1 pcs Buku + 1 pcs Aksesoris cantik

——————————–

JUARA V

1 stel Baju Anak + 1 pcs Buku

——————————-


Hadiah disponsori oleh ;

blogcamp1 littleostore-logo

tuptoday

essip

rumah-tramoiey





So, tunggu apa lagi? Siapkan diri Anda untuk mengekspresikan cinta terdalam pada pahlawan. :)

Ditunggu yaaaaaaaaaaa

Salam Merdeka!!

Lozz -Iyha- Puteri

Anda penakluk tantangan?

graphic11

Kesempatan memenangkan hadiah menarik telah menunggu Anda.

Dapatkan info lengkapnya di Blogcamp, sekarang juga!

Sampai berjumpa di panggung Jawara.. :)

IyHa..

Wanita Terhebat Itu adalah Ibuku

Teeeeeeeeetttt. [bel pulang berbunyi]

Baiklah anak-anak, pelajaran ibu cukupkan disini. ingat, minggu depan ujian kelulusan, kalian harus belajar lebih giat, agar dapat lulus dengan nilai terbaik. Selamat siang anak-anak pamit bu Hamidah.

Siang buuuu. sahut seisi kelas mirip paduan suara, Sejurus kemudian mereka berhamburan keluar kelas dan bergegas meninggalkan sekolah.

Aku masih terpaku di bangkuku, menikmati lamunanku sendiri, aku teringat ibuku, aku rindu padanya

Aku Nur Sholelah, anak seorang janda miskin dari kampung, tiap hari pergi kesekolah dengan berjalan kaki melewati sungai dan bukit-bukit, aku tetap semangat, aku ingin wujudkan cita-citaku, sekolah setinggi-tingginya agar menjadi orang pintar dan sukses untuk membahagiakan ibuku, Siti Parsinah. Aku ingat 3 tahun lalu saat pertama aku datang ke sekolah ini, sekolah terbaik di kotaku. Kala itu, aku tak yakin dapat masuk sekolah unggulan ini, tempat belajar anak-anak orang kaya dan berotak brilliant, begitu pikirku. Sedangkan aku datang ke sekolah ini hanya bermodal ijazah sebuah Madrasah sederhana dari kampung. Memang, selama belajar di Madrasah, aku selalu menjadi juara kelas, piala-piala yang terpajang di ruang kepala sekolahpun sebagian besar adalah sumbangan prestasiku di berbagai kejuaaraan, tapi, apa mungkin aku bisa sekolah di SMP semegah ini?

Nur, ayo siap-siap, sebentar lagi nomor urut kamu dipanggil ibu mengagetkanku. Aku segera bersiap, Nur Sholelah akhirnya namaku dipanggil, aku dan ibu menghampiri meja pendaftaran. Panitia pendaftaran memeriksa sebentar ijazah dan rapotku, Hmm,, bagus, baik bu, anak ibu dapat diterima, ibu tinggal melunasi biaya pendaftaran ulang dan iuran pembangunan saja, semuanya 3 juta ya bu jelas panitia, 3 juta?? bisikku kaget dalam hati. Ibupun tak kalah kaget, 3 juta bu? Apa harus dibayar sekarang? cepat-cepat ibu menyahut. Yang perlu dibayar sekarang hanya uang administrasi bu,250 rb saja, sisanya ibu bisa mencicilnya selama 1 semester bu, 6 bulan, Oh, baiklah bu, ini uang administrasinya. Jawab ibu sembari mengeluarkan uang dari kantong plastik yang dibawanya, SrekkkCriingg ah, uang itu berantakan di lantai, ya uang receh dan pecahan seribuan itu memang sengaja ibu siapkan untuk membayar uang pangkalku masuk SMP, uang yang ibu kumpulkan di celengan setiap hari, sepulang menjajakan kue keliling. Ya, sejak ayahku meninggal, hanya ibulah yang mencukupi kebutuhan kami, kerja apapun ibu lakukan demi aku dan kedua adikku.

Seminggu setelah pendaftaran sekolahku, lik Pranoto penyalur TKW di desaku, datang ke rumah, ia menyerahkan lembaran-lembaran formulir yang harus diisi ibu sebagai persyaratan menjadi TKW dan berjanji datang lagi minggu depan untuk menjemput ibu. Pagi-pagi sekali, lik Pranoto sudah ada di ruang tamu, ya, karena hari ini hari keberangkatan ibu ke Mekkah, bukan untuk naik haji seperti kebanyakan keluarga mampu di desaku, tapi ibu berangkat untuk menjadi pembantu di negeri orang. Awalnya, aku tak setuju ibu bekerja di negeri orang, menjadi TKW, bukan karena aku tak mau merawat adik-adikku, tapi aku tak tega pada ibu, lebih baik aku membantu ibu berjualan kue daripada melanjutkan sekolah yang biayanya selangit dan hanya akan membebani ibuku, tapi ibuku wanita yang amat bijak, sebelum berangkat, ia berpesan sambil tersenyum

Nur, jangan khawatirkan ibu, ibu kerja apa saja yang penting halal, ibu pengen kalian semua pinter dan bisa sekolah setinggi-tingginya, jangan kaya ibumu ini, orang bodo. Kamu jaga adik baik-baik ya.

Sampai sekarang, pesan itu tetap kutanam di hatiku, kubuktikan dengan prestasi-prestasiku di sekolah, setiap akhir semester, Alhamdulillah raportku selalu berhias dengan angka-angka yang tak pernah kurang dari 8, dan aku selalu jadi juara umum di sekolah.

Nur.. panggil bu Hamidah mengagetkanku, ternyata ruang kelas sudah kosong, tinggal aku dan bu Hamidah.

Kamu kenapa? Kok malah melamun? Gak pulang? sapanya

Eh, ibu.. gapapa kok bu, cuma ingat sama ibu saya saja jawabku

Sabar ya Nur, kamu berdoa saja agar ibumu baik-baik disana dan yang terutama, jangan lupa belajar, seminggu lagi ujian, tentu kamu pengen jadi juara kan biar ibumu bangga? Hibur bu Hamidah,

Iya bu.. aku hanya mengangguk.

Akhirnya ujian pun usai, dan tak terasa, besok adalah hari kelulusan dan perpisahan sekolah. Aku sangat gugup, takut kalau tak lulus. Pagi sekali aku berangkat sekolah, sampai disekolah, halaman telah ramai, panggung besar tegak berdiri di sudut halaman, tenda luas dengan deretan kursi-kursi tertata rapi di bawahnya, nampak orang tua murid mulai berdatangan. Ah, andai saja ibuku bisa datang menyaksikan hasil kelulusanku hari ini bisikku dalam hati. Tak lama, acara pun dimulai, setelah sambutan Kepala Sekolah dan sedikit hiburan, sampai juga pada acara inti. Pembacaan siswa berprestasi, MC mulai membaca satu-persatu dari juara 3, 2 sampailah pada juara umum,

Dan.. juara umum kelulusan SMP Nusa Bangsa tahun ajaran 2008/2009 adalah Nur Sholelah.. dari kelas 3D..silahkan naik ke panggung teriak MC semangat disertai tepuk riuh seluruh isi sekolah.

HA?? Namaku disebut, Alhamdulillah.. Terimakasih ya Allah syukurku dalam hati, dengan semangat aku bergegas ke panggung.

Selamat ya.. Sambut MC, Untuk bapak kepala sekolah, kami persilahkan memberikan trophy dan beasiswa, dan untuk orang tua Nur Sholehah, kami persilahkan untuk mendampingi lanjut MC.

Tak kusangka, dari salah satu bangku di bawah tenda itu, diantara para wali murid itu, sosok wanita luar biasa, yang kurindukan selama 3 tahun ini tampak berdiri dan bersiap ke panggung, Ibu.. teriakku, tak terperi senangnya rasa hatiku, ibu pulang dari Mekkah, untuk menyaksikan kelulusanku.

Ibu bangga. kata pertama yang ibu ucapkan saat bertemu aku.

Hari itupun jadi hari terindah dalam hidupku, aku telah membuat orang yang paling ku hormati dan kusayangi bangga, aku telah mewujudkan sedikit cita-cita ibu. Rupanya, kepulangan ibu karena majikannya juga kembali ke Indonesia, dan menetap tak jauh dari desaku. Ibu tetap bekerja di rumahnya sehingga tak perlu lagi kembali ke Mekkah. Mulai saat ini, kebahagiaanku terasa lengkap, selain karena bisa berkumpul lagi dengan ibu, juga karena aku bisa melanjutkan SMA dengan beasiswa gratis dari sekolah.

Terimakasih ibu, Semoga Allah SWT selalu menjagamu, memberikan kesehatan dan umur panjang untukmu, sehingga aku masih sempat untuk memberikanmu kado kebahagiaan yang selama ini kau impikan. Aku sayang dan bangga padamu ibu..