Jika saya menyebut satu nama, kang Lozz Akbar, dan bertanya, kenal gak sama orang ini? ada berapa sahabat yang menggeleng kepala tanda tidak kenal? Saya yakin sedikit sekali yang menggelengkan kepala, apalagi bagi mereka yang terbiasa ngopi di Warung Blogger.
Ya, lelaki yang belakangan seringkali kita panggil dengan sebutan uncle lozz ini, memang sohor di ranah blogger, bukan hanya sebagai seorang blogger, tapi kita jadi akrab juga dengan istilah satpam dunia maya yang memang jadi profesi mengasyikkan bagi mas kopral. Mas Kopral? Siapa lagi tuh? Hihih.. mungkin sahabat bingung, setelah saya ngomong kang lozz akbar, terus uncle lozz, tiba-tiba ada satu lagi, Mas Kopral. Hehe. Tenang, Mas Kopral itu memang panggilan khusus saya buat kang/mas/uncle lozz akbar. Kok manggilnya beda Yha? Ehm,,, kasih tau gak ya ? (sok-sok cerrybelle) haha.
Saya mulai dulu dengan perkenalan saya dengan unclenya anak-anak blogger ini,

Sejarah kenapa saya manggil begitu sih gak terdeteksi dengan pasti, tapi saya mulai nyaman menyapa beliau dengan sebutan itu, setelah perkenalan saya lewat tulisan-tulisannya, gaya bicaranya di ruang maya, candaan-candaan khasnya menarik satu kesimpulan, bahwa dulur blogger ini sejatinya bernas namun tak mau menunjukkan kelas. Artinya, gaya tulisannya asor (membumi), bicaranya santun, gaya candanya slengekan tapi menyiratkan pesan. Dari sosoknya, saya mengemas satu kesimpulan, bahwa sesungguhnya, semua orang itu ada dalam tingkatan-tingkatan kelas, semua orang berpangkat, namun meskipun peranan dan pangkat kita kecil (baca : Kopral) kita tetaplah dapat menjadi besar dan berpengaruh dengan karya dan sikap kita.
Mas kopral, tidak hanya piawai menulis, yang saya salutkan padanya adalah sikap persahabatannya. Mas kopral gak akan ragu bantu kalo memang seseorang yang sudah dikatakan teman baginya butuh bantuan. Bentuknya? Apa saja, selama dia bisa, selama dia mampu dan gak melanggar aturan apapun, begitu katanya. Saya sendiri, sering dapat bantuan darinya, terutama terkait blog dan segala hal tentang dunia maya. Malah mas kopral lah yang berela hati menjagakan kebon saya (blog Keajaiban Senyuman) selama saya cuti hamil. Mas kopral dengan setia mengisi postingan dan menjawab setiap komentar dengan santun, matur nuwun mas, dengan begitu sahabat yang mampir ke KS gak kecele karena ada saja update an tulisan baru, walau bukan tulisan saya. Bukankah menyenangkan orang lain, bernilai ibadah? Tentu saja, insyaAllah
Bagi saya pribadi, mas Kopral memang sudah seperti abang sendiri. Relative baru mengenal, tapi sedikit banyak tentangnya saya hafal. Kalo boleh mengajukan masukan diawal sebelum pujian, saya akan memberikan beberapa point untuk mas kopral, juga blognya..
- Jangan ngerasa rendah sam, kita ini semua sama, dikau, daku dan mereka, sejatinya sama-sama orang kaya.
- Ojok emosian, hehhe..
- Kalo aku ada kenalan marpuah, tapi dikau jangan malu ah untuk melangkah, nanti tak dorong dari belakang, mau tho?? Sinam lhoh,,,
- Jangan sering-sering prei ngeblog mas, banyak yang kangen inspirasimu, ihikk
- Mbok ukuran blogmu itu disempitin sedikit, kok di layarku sini sampe lebih2, gak kebaca widgetnya..
apa layarku yang aneh ya? Hahhaha
Teruss
Apa lagi ya? gak tau lagi mau nulis point kritikan apa lagi, saya rasa gak ada lagi yang perlu dikritik, semua sudah pas dan essip.. cuman, memang segala sesuatu yang sudah pas, sudah essip itu justru bahaya bagi kita, kenapa? Karena biasanya diposisi itu kita sudah merasa aman, merasa berada di zona nyaman! Pesenku mas, jangan lena, jangan pernah merasa ada di posisi nyaman terlalu lama, teruslah bergerak, teruslah bergejolak, mencari dan terus mencari apa yang belum kamu dapatkan, belajar dan terus belajar, agar posisi yang sudah aman sekarang ini, tidak hanya menjadi aman, tetapi menjadi satu posisi yang mendamaikan dan full manfaat..
Terus tersenyum ya mas, senyum itu meringankan
Akhirnya,
selamat menikmati hidupmu yang sudah essip,
Moga bisa selalu menebar manfaat dan memetik buah kedamaian
Salamku, untuk semangat dan percikan idemu,
Jangan Pernah Mati!









coment penuh senyuman