Di salah satu postingannya, pak Mars memberikan kita 1 diantara 2 pilihan..
diantaranya, mana yang Anda pilih..
a. restoran yang masakannya enak, tapi tempatnya jorok, atau
b. restorannya bersih tapi masakannya tidak enak
Jujur saya agak bingung memilih yang mana, karena buat saya rasa dan kebersihan itu penting.
tapi, waktu itu iseng saya menjawab pilih a aja pak, tapi makanannya dibungkus dan dimakan dirumah, hehehe…
paling tidak, dengan memakan dirumah, kita bisa menjamin kebersihan tempatnya kan??
OK, di kasus pilihan itu, sudah tidak ada masalah, toh itu hanya pilihan dalam posting, bukan dalam kenyataan.
Sekarang, permasalahannya ada pada jajanan kaki lima, atau tukang dagang yang berkeliling (yang otomatis tak punya tempat untuk memamerkan dagangannya)
mana kita tau kebersihan makanannya? sedang mereka membawa dagangan putar kesana-kemari, lewatin jalan yang banyak debu, asap kendaraan juga polusi2 lainnya.
saya punya kreteria kebersihan sendiri pada jenis dagangan ini..
1. Penjualnya
Bukan, ini sama sekali bukan tentang tampang si penjual, heheh… tapi lebih kepada kebersihannya.
maksud saya, baju yang dipakai, apakah bersih, tampilan wajahnya gak kusut apalagi mata berair dan hidung seperti pilek terus, hiiiiii….
Kulit yang walaupun gelap tapi gak kotor, juga bau badannya yang masih wajar, termasuk tingkah lakunya menunjukkan kebersihan.
2. Gerobaknya
Gerobak memang alat utama sang tukang dalam menjajakan dagangannya, gerobak ini pasti telah melawan cuaca sehari-harinya,
entah hujan lebat atau panas terik, yang pastinya akan membuat warnanya kusam, beberapa bagian berkarat atau kacanya buram. tapi bagi saya, gerobak yang bersih asal kacanya dilap dengan cling, papan sajinya tidak bernoda disana sini, juga gak ada sisa-sisa makanan yang nyelip disudut2 gerobak itu.
3. Alat masak dan sajinya
Yang saya maksudkan disini adalah piring, sendok dan gelas, penggorengannya, tempat saji tetek bengeknya,
misalnya tempat kerupuk, tempat sambal, tempat seledri, bawang goreng atau kacang tabur,,
pokoknya segala macam perabot yang dibawa tukang dagang itu, mutlak harus bersih..!!
tidak ada bekas jamur apalagi tidak dicuci dulu sebelum dipakai.
4. Airnya
Air, ini penting, tukang dagang keliling sering dan memang mutlak membawa air bersih untuk mencuci perabotannya selama berkeliling.
Saya suka tengok dulu air itu, dan tidak akan membeli jika; warnanya keruh, banyak sisa makanan atau jangan-jangan multi fungsi,
untuk mencuci piring, cuci tangan atau malah untuk bahan kuah. hiiii….
Ya, mungkin buat Anda, kriteria saya ini berlebihan, sok bersih atau gaya-gayaan. tapi, saya membuat kriteria ini bukan tanpa alasan. Apakah saya pernah sakit setelah jajan sembarangan? Alhamdulillah belum pernah, dan jangan sampai..
Tapi ada satu pengalaman, yang bikin saya agal ilfill beberapa waktu pada dagangan keliling…
.…..satu pagi, saat itu saya masih kos di bilangan Jakarta Barat..
hari itu hari minggu, maka saya memilih malas-malasan di kamar kos, tidak ada tuntutan untuk bebenah pagi-pagi karena memang libur kerja.
jadi saya memilih nonton TV sambil menunggu tukang dagang lewat untuk membeli sarapan.
Gak berapa lama, saya dengar bunyi sendok beradu dengan mangkok, yang berarti itu tukang bubur..!! yeah… karena memang sudah lapar,
saya langsung mengambil mangkok dan turun (kamar saya diatas). Jarak kamar dengan jalanan agak jauh, jadi ada jeda saat memanggil tukang dagang.
Pas sampai di depan gang, saya tengok-tengok si abang kemana? karena yang keliatan cuma gerobaknya aja..
saya pun buru-buru mendekat ke gerobak, gak tahan dengan keroncongannya perut saya, maka saya berinisiatif nyari tuh abang.. tengak tengok kiri kanan..
Dan,, ohlala… saya menemukan sosoknya, ternyata si abang sedang ngumpet dibalik mobil box yang kebetulan diparkir sipinggir jalan itu..!!
sedang apa sodara-sodara? dari gelagatnya, itu abang sedang menuntaskan hajatnya..!! hiiiiiiiiiiiii…. tuh abang pipis sembarangan!!
demi melihat hal itu, tanpa pikir panjang, saya langsung cabut, ngibrit dari gerobaknya, saya bener-bener udah gak punya selera membeli lagi,
dan memilih balik ke kamar untuk masak mi instan sendiri..
itu benar-benar pengalaman yang membuat ilfill.. hiiiiiiii…
dan untuk beberapa waktu, saya gak mau membeli dagangan dari abang2 keliling manapun, dagangan apapun!!!
Sejak itu, saya mulai teliti sama dagangan keliling, dengan menetapkan kriteria diatas, biarin deh dikira belagu, yang penting sehat, heheh…
Bagaimana dengan sahabat?
adakah yang punya pengalaman dengan tukang dagang keliling?
atau punya kriteria khusus juga?
yuk maree di ceritakeun…
hepi wiken..
IyHa..
gambar ngutil disini…










coment penuh senyuman